Perkembangan Indeks Harga Konsumen Provinsi Maluku Utara Agustus 2025 - Berita dan Siaran Pers - Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku Utara

Beranda

Produk - Berita dan Siaran Pers

Perkembangan Indeks Harga Konsumen Provinsi Maluku Utara Agustus 2025

Perkembangan Indeks Harga Konsumen Provinsi Maluku Utara Agustus 2025

Perkembangan Indeks Harga Konsumen Provinsi Maluku Utara Agustus 2025

1 September 2025 | Kegiatan Statistik Lainnya


Perkembangan Indeks Harga Konsumen Provinsi Maluku Utara Agustus 2025

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Maluku Utara mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 0,43 persen pada bulan Agustus 2025. ”Terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,06 pada bulan Agustus 2024 menjadi 108,52 pada bulan Agustus 2025,” ungkap Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Simon Sapary, Senin (1/9/2025). Lima komoditas utama yang menyumbang inflasi tahunan di Provinsi Maluku Utara antara lain Bahan Bakar Rumah Tangga, Bawang Merah, Emas Perhiasan, Kontrak Rumah, dan Beras.

”Jika dibandingkan dengan Juli 2025, Provinsi Maluku Utara mengalami deflasi month to month (m-to-m) sebesar 1,90 persen,” jelas Simon. Komoditas utama yang menyumbang deflasi bulanan di Provinsi Maluku Utara antara lain Ikan Cakalang/Ikan Sisik, Angkutan Udara, Cabai Rawit, Tomat, dan Kangkung. Sementara itu, inflasi year to date (y-to-d) Provinsi Maluku Utara, Agustus 2025 terhadap Desember 2024, tercatat sebesar 0,19 persen.

Menurut wilayah, secara y-on-y tercatat 1 kota mengalami inflasi dan 1 kabupaten mengalami deflasi. ”Inflasi terjadi di Kota Ternate, yaitu sebesar 0,70 persen, sedangkan deflasi terjadi di Kabupaten Halmahera Tengah, yaitu sebesar 0,74 persen,” lanjut Simon.


Perkembangan Indeks Harga Konsumen Kabupaten Halmahera Tengah Agustus 2025

Kabupaten Halmahera Tengah pada Agustus 2025 tercatat mengalami deflasi year on year (y-on-y) sebesar 0,74 persen dengan IHK sebesar 107,90. Secara bulanan, Kabupaten Halmahera Tengah juga mengalami deflasi month to month (m-to-m) sebesar 1,75 persen dibandingkan Juli 2025 dan deflasi year to date (y-to-d) sebesar 0,75 persen.

”Deflasi tahunan di Halmahera Tengah terutama dipengaruhi oleh turunnya harga pada kelompok Pendidikan (-54,01 persen). Kelompok Pendidikan mencatat penurunan indeks terbesar akibat turunnya tarif Sekolah Menengah Atas, sementara kelompok Transportasi terdampak oleh penurunan harga bensin dan solar,” ungkap Simon.


Nilai Tukar Petani Maluku Utara Agustus 2025

BPS mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Maluku Utara pada Agustus 2025 sebesar 106,23 atau turun 1,26 persen dibanding Juli 2025. ”Penurunan NTP terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun sebesar 1,72 persen, lebih besar dari penurunan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang sebesar 0,47 persen,” jelas Simon. Komoditas yang dominan berpengaruh terhadap penurunan Indeks Harga yang Diterima Petani adalah Tomat dan Cengkeh. Sedangkan komoditas yang dominan berpengaruh terhadap penurunan Indeks Harga yang Dibayar Petani adalah Cabai Merah.


Tingkat Penghunian Kamar Maluku Utara Juli 2025

BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar Hotel (TPK) dengan klasifikasi bintang di Provinsi Maluku Utara pada bulan Juli 2025 sebesar 44,82 persen, naik secara month to month sebesar 0,58 poin dibandingkan dengan bulan Juni 2025, namun turun secara year on year sebesar 3,07 poin jika dibandingkan dengan Juli 2024. Tingkat Penghunian Kamar Hotel dengan klasifikasi non-bintang di Provinsi Maluku Utara pada Bulan Juli 2025 sebesar 20,64 persen, naik secara month to month sebesar 2,15 poin dibandingkan dengan bulan Juni 2025, namun turun secara year on year sebesar 0,1 poin jika dibandingkan dengan Juli 2024.

“TPK Provinsi Maluku Utara Juni 2025 mengalami peningkatan secara month to month disebabkan oleh terselenggaranya beberapa event pariwisata dan olahraga, serta masih dalam rentang periode libur sekolah sehingga meningkatkan mobilisasi masyarakat,” ungkap Simon.


Perkembangan Ekspor dan Impor Provinsi Maluku Utara Juli 2025

Kinerja positif neraca perdagangan Maluku Utara kembali berlanjut. Rilis BPS mencatat nilai ekspor Provinsi Maluku Utara Januari-Juli 2025 sebesar US$ 8,1 miliar, meningkat 37,81 persen dibandingkan Januari-Juli 2024. “Andil utama peningkatan nilai ekspor disumbang oleh komoditas Besi dan Baja (HS72) sebesar 65,46 persen,” jelas Simon. Negara tujuan utama ekspor Provinsi Maluku Utara Januari-Juli 2025 yaitu Tiongkok dengan nilai ekspor sebesar US$7,7 miliar. Sementara itu, nilai ekspor Provinsi Maluku Utara Juli 2025 mencapai US$1,2 miliar, naik 38,40 persen dibanding nilai ekspor Juli 2024.

Komoditas unggulan penyumbang nilai ekspor Provinsi Maluku Utara Januari-Juli 2025 adalah Besi dan Baja (HS72) sebesar 65,46 persen dan Nikel (HS75) sebesar 29,71 persen. “Nilai ekspor Besi dan Baja (HS72) pada Januari-Juli 2025 sebesar US$5,3 miliar, meningkat 40,18 persen dibandingkan Januari-Juli 2024. Nilai ekspor Nikel (HS75) pada Januari-Juli 2025 sebesar US$2,4 miliar, meningkat 36,17 persen dibandingkan Januari-Juli 2024,” ungkap Simon.

Pada Januari-Juli 2025, Tiongkok masih menjadi tujuan utama ekspor Maluku Utara dengan share 95,34 persen, kemudian India 2,16 persen, Jepang 1,7 persen, dan negara lainnya sebesar 0,79 persen. “Pada periode tersebut Ekspor ke Tiongkok mencapai US$ 7,7 miliar berupa Besi dan Baja (HS72); Nikel (HS75) dan Bahan Kimia Anorganik (HS28). Sementara itu, ekspor ke India senilai US$174,63 juta berupa Besi dan Baja (HS72), sedangkan ekspor ke Jepang senilai US$137,27 juta berupa Nikel (HS75) dan Kayu, Barang dari Kayu (HS44),” rinci Simon.

Nilai impor Provinsi Maluku Utara pada Januari-Juli 2025 mencapai US$3,3 miliar, meningkat 43,87 persen dibandingkan Januari-Juli 2024 yang senilai US$2,3 miliar. “Andil utama peningkatan nilai impor tersebut disumbang oleh impor Mesin-Mesin/ Pesawat Mekanik (HS84) sebesar 40 persen. Pada periode tersebut, Tiongkok masih menjadi negara asal impor utama provinsi Maluku Utara dengan nilai impor mencapai US$2,4 miliar. Sementara itu, nilai impor Provinsi Maluku Utara Juli 2025 mencapai 618,43 juta US$, naik 62,09 persen dibanding nilai impor Juli 2024,” ungkap Simon.

Pada Januari-Juli 2025, Tiongkok masih menjadi negara asal impor utama Maluku Utara dengan share 74,2 persen, kemudian Filipina sebesar 6,99 persen, Arab Saudi sebesar 3,42 persen, dan negara lainnya sebesar 15,38 persen. “Pada Januari-Juli 2025 impor dari Tiongkok mencapai US$ 2,4 miliar yaitu berupa Mesin-mesin/ Pesawat Mekanik (HS84), Mesin/ Peralatan Listrik (HS85), dan Bahan Bakar Mineral (HS27). Pada periode yang sama impor dari Filipina senilai US$ 228,02 Juta yaitu berupa Bijih, Kerak, dan Abu Logam (HS26). Sementara itu, impor dari Arab Saudi senilai 111,53 Juta US$ berupa Garam, Belerang, Kapur (HS25),” rinci Simon.

Neraca Perdagangan provinsi Maluku Utara pada Januari-Juli 2025 mengalami surplus senilai US$4,8 miliar, meningkat US$ 1,2 miliar dibandingkan Januari-Juli 2024. “Adapun tiga negara penyumbang surplus terbesar yaitu Tiongkok sebesar US$5,3 miliar, India US$174,63 Juta dan Jepang US$48,29 juta,” tandasnya mengakhiri.



Narahubung Media

Fahreza Arfan Nur Indriansyah S.Tr.Stat.

Humas BPS Provinsi Maluku Utara

[email protected]

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku UtaraJl. Stadion No 65 Ternate 97712 Indonesia

 Telp (0921) 3127878

Faks (0921) 3126301

E-mail: [email protected]

logo_footer

Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik